Thursday, October 9, 2008

DI MARIBAYA.....MARIBAYA.......PEMBINAAN CINTA ALAM



Asslmkm...
hari terasa melelahkan hari terasa mengasikan itulah yang kami rasakan sewaktu mendapatkan pembinaan cinta alam yang di adakan dinas perhutani Kotas Tasikmalaya bersama Kab. Bandung....

Banyak pengalaman yang kami dapat dari kegiatan tersebut
kegiatan yang diadakan dari hari selasa rabu dan kamis yang dilakukan di
gedung Veteran Kota tasikmalaya dan maribaya kab. Bandung

acara kegiatan tersebut

-perelasasian mengenai penyemaian
-bahaya sampah
-cara mejaga lingkungan
-peran serta pencinta alam
-study banding

Acara yang telah dilakukan oleh dinas perhutani sangat baik sekali bahkan sangat-sangat




HABIS jalan so far.... Qt ma Kpa yang lain maka
n siang dulu.....





maribaya kangen nehhhh

paling seru paling asyik

Saturday, October 4, 2008

Pengetahuan Dasar Navigasi


Pengetahuan Dasar Navigasi
Navigasi adalah pengetahuan untuk mengetahui keadaan medan yang akan dihadapi, posisi kita di alam bebas dan menentukan arah serta tujuan perjalanan di alam bebas.

Pengetahuan tentang navigasi darat ini meliputi
1. Pembacaan peta
2. Penggunaan kompas
3. Penggunaan tanda-tanda alam yang membantu kita dalam menentukan arah

Pengetahuan tentang navigasi darat ini merupakan bekal yang sangat penting bagi kita untuk bergaul dengan alam bebas dari padang ilalang, gunung hingga rimba belantara. Untuk itu memerlukan alat-alat seperti

1. Peta topografi
2. Penggaris

3. Kompas
4. Konektor
5. Busur derajat
6. Altimeter
7. Pensil


� PETA TOPOGRAFI

Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu sesuai dengan kebutuhan. Peta digambarkan di atas bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu. Peta yang digunakan untuk kegiatan alam bebas adalah Peta Topografi.

Peta topografi adalah suatu representasi di atas bidang datar tentang seluruh atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dare diperkecil dengan perbandingan ukuran tertentu. Peta topografi menggambarkan secara proyeksi dari sebagian fisik bumi, sehingga dengan peta ini bisa diperkirakan bentuk permukaan bumi. Bentuk relief bumi pada peta topografi digambarkan dalam bentuk Garis-Garis Kontur.

Dalam menggunakan peta topografi harus diperhatikan kelengkapan petanya, yaitu:
1. Judul Peta
Adalah identitas yang tergambar pada peta, ditulis nama daerah atau identitas lain yang menonjol.

2. Keterangan Pembuatan
Merupakan informasi mengenai pembuatan dan instansi pembuat. Dicantumkan di bagian kiri bawah dari peta.

3. Nomor Peta (Indeks Peta)
Adalah angka yang menunjukkan nomor peta. Dicantumkan di bagian kanan atas.


4. Pembagian Lembar Peta
Adalah penjelasan nomor-nomor peta lain yang tergambar di sekitar peta yang digunakan, bertujuan untuk memudahkan penggolongan peta bila memerlukan interpretasi suatu daerah yang lebih luas.

5. Sistem Koordinat
Adalah perpotongan antara dua garis sumbu koordinat. Macam koordinat adalah:
a. Koordinat Geografis
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (BB dan BT), yang berpotongan dengan garis lintang (LU dan LS) atau koordinat yang penyebutannya menggunakan garis lintang dan bujur. Koordinatnya menggunakan derajat, menit dan detik. Misal Co 120� 32� 12" BT 5� 17� 14" LS.
b. Koordinat Grid
Perpotongan antara sumbu absis (x) dengan ordinal (y) pada koordinat grid. Kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak (meter), sebelah selatan ke utara dan barat ke timur dari titik acuan.
c. Koordinat Lokal
Untuk memudahkan membaca koordinat pada peta yang tidak ada gridnya, dapat dibuat garis-garis faring seperti grid pada peta.
Skala bilangan dari sistem koordinat geografis dan grid terletak pada tepi peta. Kedua sistern koordinat ini adalah sistem yang berlaku secara internasional. Namun dalam pembacaan sering membingungkan, karenanya pembacaan koordinat dibuat sederhana atau tidak dibaca seluruhnya.

Misal: 72100 mE dibaca 21, 9� 9700 mN dibaca 97, dan lain-lain.

6. Skala Peta
Adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak horisontal sebenarnya di medan atau lapangan. Rumus jarak datar dipeta dapat di tuliskan

JARAK DI PETA x SKALA = JARAK DI MEDAN

Penulisan skala peta biasanya ditulis dengan angka non garis (grafis).
Misalnya Skala 1:25.000, berarti 1 cm di peta sama dengan 25 m di medan yang sebenarnya.

7. Orientasi Arah Utara
Pada peta topografi terdapat tiga arah utara yang harus diperhatikan sebelum menggunakan peta dan kompas, karena tiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis. Tiga arah utara tersebut adalah:
a. Utara Sebenarnya (True North/US/TN) diberi simbol * (bintang), yaitu
utara yang melalui Kutub Utara di Selatan Bumi.
b. Utara Peta (Grid Nortb/UP/GN) diberi simbol GN, yaitu Utara yang sejajar
dengan garis jala vertikal atau sumbu Y. Hanya ada di peta.
c. Utara Magnetis (Magnetic North/UM) diberi simbol T (anak pariah
separuh), yaitu Utara yang ditunjukkan oleh jarum kompas. Utara magnetis selalu mengalami perubahan tiap tahunnya (ke Barat atau ke Timur) dikarenakan oleh pengaruh rotasi bumi. Hanya ada di medan.

Karena ketiga arah utara tersebut tidak berada pada satu garis, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan sudut, antara lain:
a. Penyimpangan sudut antara US - UP balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Peta (IP) atau Konvergensi Merimion. Yang menjadi patokan adalah
Utara Sebenarnya (US).
b. Penyimpangan sudut antara US - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Magnetis (IM) atau Deklinasi. Yanmg menjadi patokan adalah l Utara sebenarnya ((IS).
c. Penyirnpangan sudut antara UP - UM balk ke Barat maupun ke Timur, disebut Ikhtilaf Utara Peta-Utara Magnetis atau Deviasi. Yang menjadi patokan adalah Utara Pela f71�).
Dengan diagram sudut digambarkan

US UP UM
TRUE NORTH MAGNETIS NORTH

8. Garis Kontur atau Garis Ketinggian
Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta topografi.
Sifat-sifat garis kontur, yaitu�.
a. Garis kontur merupakan kurva tertutup sejajar yang tidak akan memotong satu
sama lain dan tidak akan bercabang.
b. Garis kontur yang di dalam selalu lebih tinggi dari yang di luar.
c. Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama
d. Indek kontur dinyatakan dengan garis tebal.
e. Semakin rapat jarak antara garis kontur, berarti semakin terjal Jika garis kontur bergerigi (seperti sisir) maka kemiringannya hampir atau sama dengan 90�.
f. Pelana (sadel) terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi terpisah satu sama lain. Pelana yang terdapat diantara dua gunung besar dinamakan PASS.

9. Titik Triangulasi
Selain dari garis-garis kontur dapat pula diketahui tinggi suatu tempat dengan pertolongan titik ketinggian, yang dinamakan titik triangulasi Titik Triangulasi adalah suatu titik atau benda yang merupakan pilar atau tonggak yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Macam-macam titik triangulasi :

a. Titik Primer, I�. 14 , titik ketinggian gol.l, No. 14, tinggi 3120 mdpl. 3120
b. Titik Sekunder, S.45 , titik ketinggian gol.II, No.45, tinggi 2340 rndpl. 2340
c. Titik Tersier, 7: 15 , titik ketinggian gol.III No. 15, tinggi 975 mdpl 975
d. Titik Kuarter, Q.20 , titik ketinggian gol.IV, No.20, tinggi 875 mdpl. 875
e. Titik Antara, TP.23 , titik ketinggian Antara, No.23, tinggi 670 mdpl. 670
f. Titik Kedaster, K.131 , titik ketinggian Kedaster, No.l 31, tg 1202 mdpl. 7202
g. Titik Kedaster Kuarter, K.Q 1212, titik ketinggian Kedaster Kuarter, No. 1212, tinggi 1993 mdpl. 1993

10. Legenda Peta
Adalah informasi tambahan untuk memudahkan interpretasi peta, berupa unsur yang dibuat oleh manusia maupun oleh alam. Legenda peta yang penting
untuk dipahami antara lain:

a. Titik ketinggian
b. Jalan setapak
c. Garis batas wilayah
d. Jalan raya
e. Pemukiman
f. Air
g. Kuburan
h. Dan Lain-Lain


� MEMAHAMI PETA TOPOGRAFI

A. MEMBACA GARIS KONTUR
1. Punggungan Gunung
Punggungan gunung merupakan rangkaian garis kontur berbentuk huruf U, dimana Ujung dari huruf U menunjukkan ternpat atau daerah yang lebih pendek dari kontur di atasnya.

2. Lembah atau Sungai
Lembah atau sungai merupakan rangkaian garis kontur yang berbentuk n (huruf V terbalik) dengan Ujung yang tajam.

3. Daerah landai datar dan terjal curam
Daerah datar/landai garis kontumya jarang jarang, sedangkan daerah terjal/curam garis konturnya rapat.

B. MENGHITUNG HARGA/NILAI INTERVAL KONTUR
Pada peta skala 1 : 50.000 dicantumkan interval konturnya 25 meter. Untuk mencari interval kontur berlaku rumus 1/2000 x skala peta. Tapi rumus ini tidak berlaku untuk semua peta, pada peta GUNUNG MERAPI/1408-244/JICA TOKYO-1977/1:25.000, tertera dalam legenda peta interval konturnya 10 meter sehingga berlaku rumus 1/2500 x skala peta. Jadi untuk penentuan interval kontur belum ada rumus yang baku, namun dapat dicari dengan:
1. Cari dua titik ketinggian yang berbeda atau berdekatan. Misal titik A dan B.
2. Hitung selisih ketinggiannya (antara A dan B).
3. Hitung jumlah kontur antara A dan B.
4. Bagilah selisih ketinggian antara A - B dengan jumlah kontur antara A - B, hasilnya adalah Interval Kontur.

C. UTARA PETA
Setiap kali menghadapi peta topografi, pertama-tama carilah arah utara peta tersebut. Selanjutnya lihat Judul Peta (judul peta selalu berada pada bagian utara, bagian atas dari peta). Atau lihat tulisan nama gunung atau desa di kolom peta, utara peta adalah bagian atas dari tulisan tersebut.

D. MENGENAL TANDA MEDAN
Selain tanda pengenal yang terdapat pada legenda peta, untuk keperluan orientasi harus juga digunakan bentuk-bentuk bentang alam yang mencolok di lapangan dan mudah dikenal di peta, disebut Tanda Medan. Beberapa tanda medan yang dapat dibaca pada peta sebelum berangkat ke lapangan, yaitu:
1. Lembah antara dua puncak
2. Lembah yang curam
3. Persimpangan jalan atau Ujung desa
4. Perpotongan sungai dengan jalan setapak
5. Percabangan dan kelokan sungai, air terjun, dan lain-lain.

Untuk daerah yang datar dapat digunakan-.
1. Persimpangan jalan
2. Percabangan sungai, jembatan, dan lain-lain.

E. MENGGUNAKAN PETA
Pada perencanaan perjalanan dengan menggunakan peta topografi, sudah tentu titik awal dan titik akhir akan diplot di peta. Sebelurn berjalan catatlah:
1. Koordinat titik awal (A)
2. Koordinat titik tujuan (B)
3. Sudut peta antara A - B
4. Tanda medan apa saja yang akan dijumpai sepanjang lintasan A - B
5. Berapa panjang lintasan antara A - B dan berapa kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan A -B.

Yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu operasi adalah
o Kita harus tahu titik awal keberangkatan kita, balk di medan maupun di peta.
o Gunakan tanda medan yang jelas balk di medan dan di peta.
o Gunakan kompas untuk melihat arah perjalanan kita, apakah sudah sesuai
dengan tanda medan yang kita gunakan sebagai patokan, atau belum.
o Perkirakan berapa jarak lintasan. Misal medan datar 5 krn ditempuh selama 60
menit dan medan mendaki ditempuh selama 10 menit.
o Lakukan orientasi dan resection, bila keadaannya memungkinkan.
o Perhatikan dan selalu waspada terhadap adanya perubahan kondisi medan dan
perubahan arah perjalanan. Misalnya dari pnggungan curam menjadi
punggungan landai, berpindah punggungan, menyeberangi sungai, ujung
lembah dan lain-lainnya.
o Panjang lintasan sebenarnya dapat dibuat dengan cara, pada peta dibuat
lintasan dengan jalan membuat garis (skala vertikal dan horisontal) yang
disesuaikan dengan skala peta. Gambar garis lintasan tersebut (pada peta)
memperlihatkan kemiringan lintasan juga penampang dan bentuk peta. Panjang
lintasan diukur dengan mengalikannya dengan skala peta, maka akan
didapatkan panjang lintasan sebenarnya.

F. MEMAHAMI CARA PLOTTING DI PETA
Plotting adalah menggambar atau membuat titik, membuat garis dan tandatanda tertentu di peta. Plotting berguna bagi kita dalam membaca peta. Misalnya Tim Bum berada pada koordinat titik A (3986 : 6360) + 1400 m dpl. SMC memerintahkan Tim Buni agar menuju koordinat titik T (4020 : 6268) + 1301 mdpl. Maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :

a. Plotting koordinat T di peta dengan menggunakan konektor. Pembacaan dimuali dari sumbu X dulu, kemudian sumbu Y, didapat (X:Y).
b. Plotting sudut peta dari A ke T, dengan cara tank garis dari A ke T, kemudian dengan busur derajat/kompas orientasi ukur besar sudut A - T dari titik A ke arah garis AT. Pembacaan sudut menggunakan Sistem Azimuth (0" -360�) searah putaran jarum Jain. Sudut ini berguna untuk mengorientasi arah dari A ke T.
c. Interprestasi peta untuk menentukan lintasan yang efisien dari A menuju T. Interprestasi ini dapat berupa garis lurus ataupun berkelok-kelok mengikuti jalan setapak, sungai ataupun punggungan. Harus dipaharni betul bentuk garis garis kontur.
Plotting lintasan dan memperkirakan waktu tempuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tempuh :
o Kemiringan lereng + Panjang lintasan
o Keadaan dan kondisi medan (misal hutan lebat, semak berduri atau gurun pasir).
o Keadaan cuaca rata-rata.
o Waktu pelaksanaan (yaitu pagi slang atau malam).
o Kondisi fisik dan mental serta perlengkapan yang dibawa.

G. MEMBACA KOORDINAT
Cara menyatakan koordinat ada dua cara, yaitu:
1. Cara Koordinat Peta
Menentukan koordinat ini dilakukan diatas peta dan bukan dilapangan. Penunjukkan koordinat ini menggunakan
a. Sistem Enam Angka Misal, koordinat titik A (374;622), titik B (377;461) b. Cara Delapan Angka Misal, koordinat titik A (3740;6225), titik B (3376;4614)
2. Cara Koordinat Geografis
Untuk Indonesia sebagai patokan perhitungan adalah Jakarta yang dianggap 0 atau 106� 4$� 27,79". Sehingga di wilayah Indonesia awal perhitungan adalah kota Jakarta. Bila di sebelah barat kota Jakarta akan berlaku pengurangan dan sebaliknya. Sebagai patokan letak lintang adalah garis ekuator (sebagai 0). Untuk koordinat geografis yang perlu diperhatikan adalah petunjuk letak peta.

H. SUDUT PETA
Sudut peta dihitung dari utara peta ke arah garis sasaran searah jarum jam.
Sistem pembacaan sudut dipakai Sistem Azimuth (0� - 360�). Sistem Azimuth adalah sistem yang menggunakan sudut-sudut mendatar yang besarnya dihitung atau diukur sesuai dengan arah jalannya jarum jam dari suatu garis yang tetap (arah utara). Bertujuan untuk menentukan arah-arah di medan atau di peta serta untuk melakukan pengecekan arah perjalanan, karena garis yang membentuk sudut kompas tersebut adalah arah lintasan yang menghubungkan titik awal dan akhir perjalanan. Sistem penghitungan sudut dibagi menjadi dua, berdasar sudut kompasnya
AZIMUTH : SUDUT KOMPAS
BACK AZIMUTH : Bila sudut kompas > 180� maka sudut kompas dikurangi 180�. Bila sudut kompas < 1080 =" 37,1" km =" 3.710.000" 000 =" 74,2">

Wednesday, September 24, 2008

SURVIVAL

Survival adalah bertahan hidup di alam terbuka dengan memanfaatkan lingkungan yang ada serta memanfaatkan biotik dan abiotik yang ada.
Survivor adalah individu atau sekelompok orang yang berusaha mempertahankan hidup pada kondisi tidak
menentu yang tidak dapat diduga sebelumnya.

hal yang harus kita miliki dan sadari untuk melakukan survival yang bener kita harus mengetahui tentang beberapa pengetahuan contonhya, yaitu:
SURVIVAL :
S : Sadarilah dimana kamu berada
U : Untung rugi ada di tangan sendiri
R : Rasa takut dihilangkan
V : VIVA, hargailah hidup
I : Ingatlah dimana kamu berada
V : VACUM, isilah kekosongan
A : Adat istiadat dihormati dan dijaga
L : Latihlah dirimu selalu


Penyebab seseorang melakukan survival :
1. Kehabisan kelengkapan dari suatu perjalanan
2. Kecelakaan dalam suatu perjalanan
3. Tersesat di suatu daerah asing
4. Lingkungan suatu daerah yang belum dikenal
5. Kekurangan pangan, kekurangan oksigen, dan lain-lain

Dalam menghadapi situasi yang sulit berusahalah untuk tenang, istirahatlah yang cukup, perhatikan kondisi tubuh
dan ingatlah pedoman :
S : Stop, berhenti
T : Thinking, mulailah berpikir
O : Observe, amati keadaan sekeliling
P : Planning, buat rencana mengenai tindakan / usaha yang akan dilakukan

Tindakan yang dilakukan dalam situasi survival :
1. Mencari Tempat Berlindung
Kenyamanan tempat berlindung dapat mempengaruhi kondisi survivor.
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam mencari dan membangun tempat berlindung atau Bivoac :
1. Di atas tanah yang padat dan tidak berlumpur
2. Jangan berada di dekat pohon yang lapuk
3. Jangan di daerah lintasan binatang
4. Usahakan menghindari hembusan angin secara langsung terutama daerah tikungan
5. Usahakan dekat dengan sumber air
6. Perhatikan keadaan medan, seperti tanah longsor,dan lain-lain
7. Jangan bermalam di sungai kering

2. Mencari Air / Minum
Yang harus diperhatikan dalam mencari air :
1. Warna, jika warnanya jernih / bening dan airnya mengalir, air tersebut dapat langsung diminum.Jika air sudah berbau dan warnanya gelap walaupun mengalir, air tersebut tidak dapat diminum karena mengandung unsur logam.
2. Temperatur, jika di daerah gunung berapi, sumber air terasa panasmaka jangan diminum karena mengandung kadar belerang tinggi, tetapi kalau airnya dingin bisa digunakan untuk memasak.
3. Asin, jangan terlalu banyak minum air yang mengandung garam, mengingat akan sifat garam yang akan menarik keluar air atau cairan di dalam tubuh (dehidrasi).

3. Mencari Makanan
Di saat seorang survivor sudah tidak memiliki persediaan makanan lagi, maka Ia harus mencari makanan yang berada di sekitarnya. Makanan tersebut dapat berupa tumbuhan maupun binatang, Tetapi tidak semua tumbuhan dan hewan dapat kita makan.
Yang harus diperhatikan dalam mencari makanan :
1. Menjilat, jika terasa asing dilidah tumbuhan atau buah terebut tidak dapat dimakan.
2. Melihat warna, jika warnanya terlalu menyolok jangan dimakan.
3. Dengan mengolesnya di kulit, apabila menimbulkan rasa panas atau gatal maka tumbuhan atau buah tersebut sebaiknya jangan dimakan.
4.Tumbuhan yang hidup terisolir biasanya beracun
5.Dapat mengikuti apa yang dimakan oleh burung dan binatang menyusui lainnya serta jenis rodentsia seperti tikus, marmut, atau musang.

4. Membuat Api
Jika anda berada dalam kondisi survive, membuat api juga tidak kalah pentingnya,dikarenakan api bisa untuk menghangatkan tubuh,memasak serta menghindari gangguan dari binatang buas.
Cara-cara membuat api :
1. Bantuan sinar matahari
Pakailah lensa cembung, dimana titik api mengenai bahan penyala api. Lensa dapat berupa kaca pembesar.Lensa dapat berupa kaca pembesar, lensa kamera, lensa teropong, teleskop. Namun hal ini jarang digunakan karena di dalam hutan tropis jarang tertembus sinar matahari kecuali di daerah padang pasir.
2. Gesekan bambu dengan bambu
Bambu penggosok harus lebih panjangdaripada bambu yang akan digosok, yang dipakai bagian kulit luarnya saja. Gosokkan yang berkedudukan vertical menjadi panas dan segera di letakkan bahan penyala api.
3. Batu api
Dengan cara dua buah batu digesekkan sehingga menghasilkan percikan api, Tetapi hal ini jarang digunakan karena menguras tenaga.
4. Busur dan gurdi
Buat busur yang kuat dengan menggunakan tali sepatu atau tali lain, gurdikan kayu keras pada kayu yang lainnya hingga panas dan terlihat asap lalu berikan bahan penyala api, seperti serutan batang kayu, daun kering, dan lain-lain


KODE ETIK PENCINTA ALAM INDONESIA

KODE ETIK PENCINTA ALAM INDONESIA

---1.Pencinta Alam sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
---2.Pencinta alam adalah sebagai bagian dari masyarakat yang sadar akan tanggung jawab terhadap tuhan, bangsa, dan tanah air.

---3.Pencinta Alam sadar bahwa segenap Pencinta Alam adalah saudara sebagai sesama manusia yang mencintai alam sebagai anugrah dari tuhan Yang Maha Esa.

Sesuai dengan hakekat diatas kami dengan penuh kesadaran menyatakan

1.Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhan.
3.Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
4.Menghormati tatakehidupan dalam masyarakat serta menghargai manusia sesuai dengan martabatnya.
5.Berusaha mempererat tali persaudaraan antar sesame pencinta alam dengan azas pencinta alam.
6.Berusaha saling membantu dan saling menghargai dalam melaksanakan pengabdian pada tuhan, bangsa, dan tanah air.
7.Selesai.

Disahkan pada Gladian Ke-IV
Di Ujung Pandang 1974


tingkatan PA lampah kacakna

SMK Negeri 2 Tasikmalaya
Jln. Noenoeng Tisnasaputra Tlp.(0265) 331839 Kahuripan-Tawang
e-mail : smkn2tasik@tasikmalaya.wasantara.net.id

Lampah KACAKNA






MOTO LAMPAH KACAKNA

SA ALAS SASUHUNAN
SA TANGTUNG SAUYUNAN

Saalas artinya semua manusia didunia adalah ciptaan yang maha kuasa, yang hidup di dunia ini sama ddan berpijak pada satu tanah yaitu bumi.
Sasuhunan artinya semua manusia di dunia adalah makhluk hidup ciptaan yang maha kuasa yang hidup di dunia ini sama yang beratapkan langit yang putih dan biru.
Satangtung artinya semua manusia di dunia adalah makhluk ciptaan yang maha kuasa yang hidup di dunia ini sama. Baik yang punya kaki maupun tidak, tapi sama-sama berdiri satu pendirian ingin mencapai tujuan.
Sauyunan artinya semua manusia di dunia adalah makhluk hidup ciptaan yang maha kuasa yang hidup di dunia ini sama dalam hal kehidupan untuk mencapai tujuan harus saling bekerja sama dalam melangkahkan kaki, membuka pakaian, mengencangkan tali dan memasukan mekanan secara bersama-sama.

PA Lampah Kacakna mempunyai tiga tingkatan atau tahapan yaitu :
1.Tingkat mula yaitu dari mulai calon anggota sampai mengikuti pendidikan dasar dan dikukuhkan menjadi anggota.
2.Tingkat madya yaitu anggota tingkat mula yang pernah menjalani atau melakukan pengembaraan satu malam dua hari dan mendaki gunung lebih dari 2800 mdpl (meter diatas permukaan laut) didampingi oleh angkatan tingkat utama.
3.Tingkat utama yaitu angkatan tingkat mula dan madya yang pernah menjalani pengembaraan selama tiga hari dua malam dan yang pernah mendaki gunung lebih dari 3200 mdpl, boleh dengan tingkat utama boleh juga tidak tapi harus bersama angkatan diatasnya.


Monday, September 8, 2008

MOUNTENEERING


MOuntenering adalah pendakian gunung.
MOuntenering terdiri dari beberapa hal atau bagian yaitu :
-Hiking
-Climbing
-dan buat hiking yaitu perjalanan menuju puncak gunung atau di pegunungan yang tidak terlalu banyak membutuhkan tehnik yang begitu ahli
- buat Climbing ada beberapa macam climbing yaitu
0.wallcilmbing
0.rockclimbing
0.iceclimbing
0.snowclimbing

1. Cara Mendaki Gunung yang baik (hiking savety)
- Pendakian sebaiknya dilakukan oleh minimal 3 orang atau lebih.

- Membawa peralatan yang lengkap diutamakan peralatan pribadi misalnya jaket, sarung tangan, tutup kepala sepatu dan jas hujan.

- Kekompakan tim dalam perjalanan sangat vital dan diperlukan agar tercipta suasana saling membantu dan menghargai, sehingga perjalanan akan semakin cepat dan baik.

- Mempunyai leader atau pemimpin yang berpengalaman baik mental maupun pengetahuan agar dalam keadaan tertentu tidak terjadi perpecahan karena kurangnya wibawa leader.

- Logistik dan air yang dibawa haruslah cukup minimal untuk sendiri selama dalam perjalanan.

- Kesehatan pendaki haruslah dalam keadaan baik.

bebearapa kecelakaan yang sering terjadi saat kita melakukan Mounteneering yaitu diakibatkan oleh human error yaitu:
1. Minimnya pengetahuan si pendaki tentang karakteristik medan yang akan dilaluinya.
2.Membuka jalur baru tanpa pengetahuan navigasi dan survival yang memadai.
3. Tersesat di hutan, karena kekurangan makanan dan air.
4. Terjadinya gap dan perbedaan pendapat dalam kelompok pendaki.
5. Kecerobohan Pemimpin dalam penentuan jalur yang akan dilalui.

Selain dari Human Error
ada beberapa macam lagi yang membuat kecelakaan yaitu diakibatkan karena kejadian alam sekitar contohnya yaitu:
- Badai gunung.
- Binatang buas.
- Kebakaran hutan.
- Longsornya tebing gunung.
- Gas beracun.
-Adanya Kabut tebal
-dan Cuaca yang tidak stabil
dalam Melakukan Mounteneering kita juga harus mengetahui mengenai beberapa hal yaitu
tentang
-Survival
-Navigasi
nah kedua hal itu i-allah akan saya posting kan lagi dech...
tunggu aja ya

Saturday, July 26, 2008

PA lampah kacakna

Marchapada salam rimba

Saya selaku anggota dari PA lampah kacakna ingin mengucapkan selamat datang bagi semua anggota baru yang ingin mendapatkan banyak pengetahuan terutama pengalaman,,

Di lampah i-Allah kalian akan diberikan motivasi dan wawasan yang akan sangat berguna untuk kalian semua, ingat lah kita ini hidup di dunia yang menjaga kita, maka kita pun sebagai manusia yang tahu dengan balas budi harus tahu bagaimana kita bisa membalas semu yang telah alam berikan kepada kita

Dan disinilah kita sebagai Pencinta Alam harus bisa lebih menghargai alam yan kita tinggali dengan lebih baik agar kita bisa membuat alam pun menjaga kita.,,
Bagi kalian yang tahu bahwa memang alam itu penting bagi kita dan memang alam tuh merupakan tempat tinggal umat manusia maka sebaiknya kita jaga alam kita

Tuesday, May 13, 2008

MARCHAPADA


oh iya buat para baroedak kelas x maupun kelas xi welcome to lampahkacakna and get ready to start for our adventur......:)
nah kita disini akan mencoba menjelaskan mengenai PA kita yaitu
Lampah kacakna
lampah berarti adalah perjalalanan
sedangkan kacakna adalah puncak tertinggi
jadi lampah kacakna yaiut perjalanan menuju puncak tertinggi ..... :)
oh iya di PA lampah kacakna juga mempunyai moto yaitu
Saalas sasuhunun
Satangtung sauyunan
MUngkin cua itu saja ya buat perkenalan dari pA kami oh ya jgan lUpa ya untuk saling berbagi ilMU dan kalau bisa juga buat PA yang ada di tasik khusus'y
kapan atuWh latihan bareng teh?????